Pangangghuy:Swarabakti/sandbox
Robâ
Saran tata letak entri berikut ini mengikuti praktik yang sudah berjalan di Wikikamus bahasa Madura, dengan pengurutan ulang unsur-unsur berdasarkan kamus cetak dan kamus daring umum lainnya. Semua unsur di bawah ini opsional, kecuali kata kepala, kelas kata, dan definisi.
Apabila diperlukan, templatisasi dapat dilakukan (secara manual ataupun dengan bantuan bot) untuk konten berulang yang membutuhkan kategori pemeliharaan, seperti misalnya nama bahasa, audio, kelas kata, label (dialek dan tingkatan), contoh pemakaian, dan pranala terjemahan.
Contoh entri paling sederhana:
==Nama bahasa== ===Kata kepala=== ====Kelas kata==== # baris definisi
Contoh entri lengkap:
==Nama bahasa==
===Kata kepala===
====Ragam lainnya=====
* [[ragam 1]], [[ragam 2]], [[ragam 3]]...
====Pelafalan====
* Berkas audio
====Etimologi====
: Penjelasan asal-usul kata.
====Kelas kata====
# (''dialek'', ''tingkatan bahasa'') baris definisi 1
#: Sinonim: [[sinonim 1]], [[sinonim 2]]
#: Contoh pemakaian
#:: Terjemahan contoh pemakaian dalam bahasa Madura (kalau dari bahasa lain)
# (''dialek'', ''tingkatan bahasa'') baris definisi 2
#: Sinonim: [[sinonim 3]]
#: Contoh pemakaian
#:: Terjemahan contoh pemakaian dalam bahasa Madura (kalau dari bahasa lain)
dst.
====Istilah turunan====
* [[istilah 1]], [[istilah 2]], [[istilah 3]]...
====Terjemahan====
* Nama bahasa: terjemahan dalam bahasa tersebut
===Rujukan===
<references/>
===Bacaan lanjutan===
* Rujukan kamus lain untuk perbandingan
Contoh tata letak yang berbeda, jika sebuah entri memiliki beberapa homonim dengan pelafalan sama:
==Nama bahasa==
===Pelafalan===
===Kata kepala (1)===
====Etimologi====
====Kelas kata====
# (''dialek'', ''tingkatan bahasa'') baris definisi
====Istilah turunan====
====Terjemahan====
===Kata kepala (2)===
====Etimologi====
====Kelas kata====
# (''dialek'', ''tingkatan bahasa'') baris definisi
====Istilah turunan====
====Terjemahan====
===Rujukan===
===Bacaan lanjutan===
Beberapa penjelasan:
- Kata kepala
- Kosakata yang dijabarkan, bedakan dengan angka dalam (kurung) atau dengan tingkah atas / bawah jika terdapat homonim. Homonim adalah pasangan kosakata yang sama bentuk tulisan dan bunyi, tapi berbeda asal-usul (sehingga maknanya pun berbeda jauh), seperti misalnya kosakata bahasa Betawi abang (1) "kakak laki-laki" (< Melayu) dan abang (2) "merah" (< Jawa). Jika tidak yakin apakah sebuah bentuk memiliki asal berbeda, gabungkan semua maknanya di bawah satu kata kepala. Setiap kata kepala dapat memiliki bentuk ejaan alternatif dalam aksara lain, yang bisa diletakkan langsung di sampingnya, atau di bagian ragam lainnya.
- Ragam lainnya
- Ragam ejaan atau dialektal dari sebuah kosakata, dapat diletakkan sebelum kata kepala jika ada beberapa homonim yang memiliki ragam yang sama. Ragam lainnya mesti dibedakan dari sinonim, yang biasanya memiliki bentuk yang benar-benar berbeda dan hanya mencakup sebagian makna dari sebuah kosakata.
- Pelafalan
- Cara ucap sebuah kosakata, dapat diletakkan sebelum kata kepala jika ada beberapa homonim dengan pelafalan sama.
- Etimologi
- Asal-usul kata (jika ada), selalu diletakkan setelah kata kepala; homonim selalu dibedakan menurut etimologinya, jika diketahui.
- Kelas kata
- Bisa diganti dengan subjudul "Definisi", jika kelas kata diletakkan langsung dengan baris makna, mis.
# [Kelas kata] definisi. Jika tetap mempertahankan kelas kata sebagai subjudul, maka bagian-bagian "Istilah turunan" dan "Terjemahan" dapat dijadikan anak dari tiap subjudul kelas kata. - Baris definisi
- Selalu diawali dengan daftar angka, untuk menandai polisemi (perbedaan makna akibat pergeseran atau perluasan dari satu kosakata yang sama asal, bedakan dengan homonim yang memang berbeda asal sejak awal). Dialek dan tingkatan bahasa cukup ditandai dalam kurung sebelum definisi jika tidak umum; jika istilah tersebut ditemui dalam semua dialek dan/atau ragam lumrah (bukan ragam halus), tidak perlu ditandai. Untuk kosakata bahasa Madura, jabarkan definisi secara lengkap dalam bahasa Madura; untuk kosakata dari bahasa lain, cukup berikan tautan ke padanan ringkasnya dalam bahasa Madura. Idealnya, definisi di sini diringkas dari penggunaan langsung di dunia nyata, bukan sekadar salinan dari kamus lain. Penggunaan di dunia nyata dapat dibuktikan melalui kutipan langsung dari teks atau media berbahasa Madura sebagai contoh pemakaian.
- Sinonim
- Bukan ragam alternatif, tetapi bentuk berbeda dalam bahasa tersebut yang memiliki arti serupa dengan baris definisi di atasnya. Hampir tidak ada pasangan kosakata yang merupakan sinonim penuh; idealnya sinonim dikaitkan dengan tiap baris definisi yang relevan.
- Contoh pemakaian
- Gunakan contoh yang menggambarkan langsung makna dari baris definisi di atasnya. Hindari menggunakan contoh yang hanya menyebut kosakata tersebut tanpa konteks. Misal, untuk kosakata bahasa Indonesia kakak, contoh kalimat "Kakak saya lebih tua tiga tahun daripada saya." lebih menggambarkan makna "saudara yang lebih tua" dibanding "Kakak mau makan apa hari ini?". Paling ideal, contoh pemakaian dapat dikutip dari teks atau media berbahasa Madura, sehingga menjadi bukti penggunaan sebuah kosakata dalam makna yang dijabarkan. Karena contoh pemakaian idealnya menggambarkan makna, letakkan selalu di bawah baris definisi yang relevan.
- Terjemahan
- Bagian ini hanya perlu ada di entri berbahasa Madura. Dapat dipisahkan per polisem jika perlu. Misal, kosakata bahasa Betawi bikin punya makna "membuat", "menyebabkan", "membangun", dan "melakukan". Keempat makna ini dapat memiliki terjemahan yang berbeda-beda dalam bahasa lain, sehingga bagian terjemahan dapat dipisahkan berdasarkan makna yang dimaksud. Cukup tambahkan terjemahan jika memang bahasa tersebut memiliki padanannya; istilah yang khas Madura mungkin saja tidak punya terjemahan langsung di bahasa lain.
- Rujukan
- Selalu diletakkan setelah semua kata kepala dijabarkan (jika ada beberapa homonim). Bagian ini idealnya hanya untuk memuat rujukan yang berupa sitiran langsung (dengan
<ref>Sumber</ref>), utamanya untuk informasi yang membutuhkan analisis seperti etimologi. Definisi dan pelafalan di Wikikamus biasanya didasarkan pada sumber primer (yakni, penggunaan langsung di dunia nyata, baik lisan ataupun tulisan), sehingga tidak memerlukan rujukan. - Bacaan lanjutan
- Selalu diletakkan setelah semua kata kepala dijabarkan (jika ada beberapa homonim). Bagian ini dapat digunakan untuk mendaftar entri yang sama di kamus-kamus lain sebagai perbandingan.